Mohon Pencerahan

Yth semua Warga Griya Bukit Jaya,

Berikut ini tulisan dari salah seorang warga (Ibu Wulandini) beberapa hari lalu di Blog ini. Saya turut prihatin dengan pengalaman yang kurang menggembirakan tersebut, dan untuk itu saya mohon masukan dari semua Pengunjung untuk cari solusi terbaik terhadap masalah ini.

Semoga membantu…

Selamat Pagi…

saya beserta suami adalah suami istri yang baru 3 hari ini pindah ke Griya Bukit Jaya Blok R4 No.17 dekat mesjid rumah hook. Saya membeli rumah tersebut dari Pak Denny edhitayasa pemilik rumah itu sebelumnya. Saya beserta suami adalah keluarga muslim, saya berjilbab dan belum dikaruniai anak dan saya memang memelihara 2 anjing jenis rottweiler dan satunya peranakan.

Pada saat saya pindah kesana saya melakukan syukuran rumah dgn mengundang tetangga kiri-kanan dan pengajian pada tgl 11 januari’09 yang lalu. Hubungan kami terhitung baik dan tidak saling merugikan. Tiba2 tgl 26 Januari ‘09 malam jam 10 malam kami didatangi Bapak RT, Pak Ustad dan Pak Haji (5 orang ) masuk rumah sisanya 5 orang lagi menunggu diluar rumah kami dikerumuni anak2. Suami saya dihakimi seperti pesakitan bahwa atas nama warga berkeberatan kalau kami memelihara anjing. RT itu bilang sudah peraturan bahwa RT 01 memberlakukan peraturan tdk boleh memelihara binatang peliharaan terutama ANJING! karena suaranya mengganggu istirahat malam warga. Anjing kami adalah tidak pernah keluar dari lingkungan halaman rumah, jadi najisnya pun tidak akan mengenai tempat suci seperti masjid sekalipun.

Saya amat marah dan kecewa kalau memang ada keluhan dan komplain kenapa tetangga tidak komplain langsung kepada kami. Tapi tiba2 kami dihakimi seperti pesakitan, kita ini kan orang berpendidikan, sama2 sekolah, kuliah bekerja dan masing2 memiliki otak untuk berpikir.

Kedua anjing itu kami rawat karena keduanya kami lihat dibuang orang dijalan tol dan terlindas kakinya, kami berhenti kami ambil dan kami bawa kedokter kami rawat sampai sekarang. Katanya kita harus saling mengasihi mahluk ciptaan Tuhan, sekalipun itu semut!, tapi kenapa perlakuan warga seperti ini kepada kami.

Saya beserta suami mendatangi Rumah RT untuk mengklarifikasi hal tersebut tgl 27 Jan’09 malam, namu Bapak RT yang terhormat sedang bekerja selama seminggu dan baru pulang nanti pada hari minggu tanggal 1 Feb’09 karena bekerja di bandara. Dengan Ketua RT yang pulangnya seminggu sekali bagaimana beliau bisa tau keluhan warga, padahal kami baru tinggal di perumahan ini 3 hari?…

Saya masih menunggu feedback dari Ustad, Haji dan segenap aparat RT, RW atau apalah mengenai hal seperti ini. Untuk diketahui sepanjang hari, anjing kami diganggu anak2 warga sekitar dengan ditimpuk batu, sampah, alas sepatu, dan lain sebagainya, bahkan naik2 pagar rumah kami untuk melihat anjing kami, apakah hal seperti itu dibenarkan? kami hanya bisa mengusir dengan kata-kata, hal itulah yang membuat anjing kami gelisah, sehingga menyalak dan katanya membuat resah warga. Sekarang saya tanya lagi, warga yang mana? karena tetangga sekitar tidak pernah ada yang komplain kekami!.

Kami mohon tanggapan kepada pihak terkait mengenai masalah ini, secepatnya. Kami hanya ingin hidup tenang dilingkungan baru dengan membina tetangga yang menyenangkan pula.

Mohon Tanggapan…pintu rumah kami terbuka untuk diskusi.

NO HP Saya (Wulandini Diah Irani = 0812 915 2357)
No. HP Suami Saya (Herlambang Sulistiyo = 0813 8510 8181)

11 Responses to Mohon Pencerahan

  1. JM Samosir says:

    Dear Bu Wulandini & Pak Herlambang,
    Salam kenal dari saya. Saya turut prihatin dengan pengalaman tidak menyenangkan yang Bu Wulan & Pak Herlambang baru alami.

    Saya ingin membagi pengalaman dengan Bu Wulan & Pak Herlambang; kami mulai tinggal di GBJ sejak September 2005, setahun tinggal di GBJ tidak ada masalah keamanan, namun bulan Nopember 2006 pada waktu subuh rumah kami disatroni maling. Tidak tanggung-tanggung 4 orang, 1 orang sudah masuk halaman dan berdiri di pintu mobil sebelah kanan, 1 orang di belakang mobil sedangkan 2 orang lagi di seberang depan rumah tetangga. Karena mendengar suara mencurigakan kami langsung terbangun dan berteriak dari dalam kamar. Kami tidak berani keluar karena mereka berbadan tinggi dan tegap, selain itu kami khawatir jika mereka membawa senjata api.

    Pagi hari itu, saya langsung ke Polsek Gunung Putri. Alangkah terkejutnya saya ketika salah seorang polisi di situ mengatakan bahwa banyak maling tinggal (mengontrak rumah) di GBJ !!!!

    Kemudian pertengahan tahun 2007, rumah kami benar-benar disatroni maling. Gembok pagar dirusak dan pintu depan dirusak dengan linggis, kebetulan waktu itu pintu depan belum kami pasang plat besi dan teralis pintu. Kemungkinan kejadiannya pada siang hari sewaktu kami berdua sedang bekerja. Anehnya tidak ada tetangga yang mendengar suara pintu dirusak.

    Sejak peristiwa tersebut, kami memutuskan untuk memelihara anjing dan hingga saat ini kami tidak lagi mengalami peristiwa di atas. Kebetulan tetangga kami tidak ada yang keberatan kami memelihara anjing, mungkin mereka maklum dengan peristiwa yang telah kami alami.

    Memang di GBJ banyak anak kampung dan (maaf) terkesan sekali kampungan yang mungkin belum pernah melihat seekor anjing. Kadang saya sengaja mengeluarkan anjing saya (namun tetap di pekarangan)supaya mereka melihat “dalmatian” yang mungkin terlihat aneh buat mereka, kalau sudah begitu biasanya suara anjing menjadi banyak, ha…ha…

    Saya tidak akan mengomentari masalah memelihara anjing dengan theologi agama, namun jika Bu Wulan sekeluarga memang penyayang anjing, saran saya tetaplah memelihara anjing karena anjing adalah salah satu ciptaan Tuhan yang bisa hidup berdampingan dengan manusia sebagai sahabat dan penjaga rumah. Hak tiap warga untuk memelihara anjing namun juga menjadi kewajibannya untuk menjaga agar anjing peliharaannya tidak melukai orang lain. Jika anjing kita ribut karena diganggu tentunya bukan salah anjingnya karena memang itu insting si anjing, yang salah adalah si pengganggu.

    Tetaplah berhubungan baik dengan tetangga anda, meski kadang-kadang mereka menyebalkan….he..he…, karena tetangga kita adalah “saudara” kita yang paling dekat.

    Buat Bu Wulan & Pak Herlambang, jika ada waktu silahkan datang ke pontok kami, buat GBJ bloggers salam kenal.

    salam,

    J.M. Samosir & Lindamora br Ritonga
    Griya Bukit Jaya Blok O4/23, Gunung Putri
    Email : juzak@combiphar.com
    HP : 08176307592

    Like

  2. wulandini says:

    kenapa tidak ada yang mengcomment masalahku?…apakah warga GBJ tidak punya hati nurani?…atau tidak mau peduli?…

    Like

  3. wulandini says:

    atau terlalu takut untuk bersuara?…

    Like

  4. griyabukitjaya says:

    Bu Wulan ini comments dari Bang Samosir:

    Submitted on 2009/02/16 at 8:37am

    Dear Bu Wulandini & Pak Herlambang,
    Salam kenal dari saya. Saya turut prihatin dengan pengalaman tidak menyenangkan yang Bu Wulan & Pak Herlambang baru alami.

    Saya ingin membagi pengalaman dengan Bu Wulan & Pak Herlambang; kami mulai tinggal di GBJ sejak September 2005, setahun tinggal di GBJ tidak ada masalah keamanan, namun bulan Nopember 2006 pada waktu subuh rumah kami disatroni maling. Tidak tanggung-tanggung 4 orang, 1 orang sudah masuk halaman dan berdiri di pintu mobil sebelah kanan, 1 orang di belakang mobil sedangkan 2 orang lagi di seberang depan rumah tetangga. Karena mendengar suara mencurigakan kami langsung terbangun dan berteriak dari dalam kamar. Kami tidak berani keluar karena mereka berbadan tinggi dan tegap, selain itu kami khawatir jika mereka membawa senjata api.

    Pagi hari itu, saya langsung ke Polsek Gunung Putri. Alangkah terkejutnya saya ketika salah seorang polisi di situ mengatakan bahwa banyak maling tinggal (mengontrak rumah) di GBJ !!!!

    Kemudian pertengahan tahun 2007, rumah kami benar-benar disatroni maling. Gembok pagar dirusak dan pintu depan dirusak dengan linggis, kebetulan waktu itu pintu depan belum kami pasang plat besi dan teralis pintu. Kemungkinan kejadiannya pada siang hari sewaktu kami berdua sedang bekerja. Anehnya tidak ada tetangga yang mendengar suara pintu dirusak.

    Sejak peristiwa tersebut, kami memutuskan untuk memelihara anjing dan hingga saat ini kami tidak lagi mengalami peristiwa di atas. Kebetulan tetangga kami tidak ada yang keberatan kami memelihara anjing, mungkin mereka maklum dengan peristiwa yang telah kami alami.

    Memang di GBJ banyak anak kampung dan (maaf) terkesan sekali kampungan yang mungkin belum pernah melihat seekor anjing. Kadang saya sengaja mengeluarkan anjing saya (namun tetap di pekarangan)supaya mereka melihat “dalmatian” yang mungkin terlihat aneh buat mereka, kalau sudah begitu biasanya suara anjing menjadi banyak, ha…ha…

    Saya tidak akan mengomentari masalah memelihara anjing dengan theologi agama, namun jika Bu Wulan sekeluarga memang penyayang anjing, saran saya tetaplah memelihara anjing karena anjing adalah salah satu ciptaan Tuhan yang bisa hidup berdampingan dengan manusia sebagai sahabat dan penjaga rumah. Hak tiap warga untuk memelihara anjing namun juga menjadi kewajibannya untuk menjaga agar anjing peliharaannya tidak melukai orang lain. Jika anjing kita ribut karena diganggu tentunya bukan salah anjingnya karena memang itu insting si anjing, yang salah adalah si pengganggu.

    Tetaplah berhubungan baik dengan tetangga anda, meski kadang-kadang mereka menyebalkan….he..he…, karena tetangga kita adalah “saudara” kita yang paling dekat.

    Buat Bu Wulan & Pak Herlambang, jika ada waktu silahkan datang ke pontok kami, buat GBJ bloggers salam kenal.

    salam,

    J.M. Samosir & Lindamora br Ritonga
    Griya Bukit Jaya Blok O4/23, Gunung Putri
    Email : juzak@combiphar.com
    HP : 08176307592

    Like

  5. wulandini diah irani says:

    Salam kenal & Sejahtera…

    Aku sudah terima comment dari Bapak Samosir beserta masalah yang pernah dihadapi pada waktu pertama kali pindah ke GBJ…aku amat berterima kasih kepada pak Samosir yang ikut prihatin terhadap masalah kami.

    Kami merasa bahwa kami tidak sendiri, terima kasih tulus dari hati kami. Untuk diketahui, pagar rumah kami sekarang sudah kami tinggikan kurang lebih 2 meter, termasuk pintu pagarnya juga kami tinggikan dan kami tutup dgn fiber berwarna gelap sehingga anak2 atau orang2 juga tidak bisa longok-longok kedalam halaman kami dan anak2 tidak bisa naik2 pagar rumah kami. Pengamanan terhadap anjing kami sudah semaksimal mungkin, dan sepanjang minggu2 setelah pagar kami tinggikan, anjing kami tidak lagi diganggu dan kami merasa lebih tenang.

    Terakhir pada bulan february ’09 kami sudah mendatangi rumah Ketua RT, pada saat itu ikut dihadirkan sekretaris RT, Haji dan pengurus yang lain sebanyak 3 orang mereka akan mengadakan rapat RT untuk voting suara setuju atau tidak setuju atas kepemilikan anjingku. Kami minta supaya warga RT01 kami datangi beserta RT untuk tandatangan plus fotokopi KTP diatas kertas bermaterai bahwa mereka setuju atau tidak setuju.

    Itu hal yang dapat kami lakukan, tapi sampai sekarang belum ada undangan untuk rapat RT tersebut entah mengapa. Mungkin karena mereka sudah melihat pagar rumah kita yang sudah tinggi.

    Aku beserta suami amat berterima kasih kepada Pak Samosir dan Pak Sitinjak yang bisa mengerti keadaan kami. Kami amat menyayangi anjing2 kami, jadi kami akan melakukan apa saja agar anjing kami tetap bersama kami, tentunya dengan jalan yang benar.

    Terima kasih, pak Sitinjak..aku akan langsung meng-email pak Samosir dialamat email yang tercantum diatas…
    Sekali lagi Terima kasih dari saya beserta suami..

    Wulandini & Herlambang
    GBJ Blok R4/17

    Like

  6. Dudung says:

    Dear ibu Wulan & Bp Bambang

    Gimana masalah nya bu…? dah kelar…?
    Memelihara Anjing itu sangat rasional / yang ga rasional itu miara HARIMAU, MACAM, dan DINOSAURUS itu juga kalo masih ada he..he….
    Seperti ibu bilang bahwa ibu adalah keluarga muslim, maaf tentunya ibu dan keluarga sudah berfikir berulang kali sebelum memutuskan untuk memelihara anjing dan saya yakin, pastinya ibu dan keluarga sudah tahu sejauh mana batasan dalam melihara anjing tersebut.
    yang saya tau, yang diHARAM kan adalah memakan daging ANJING bukan memelihara Anjing dan 100% saya yakin anjing yang ibu punya hanya untuk di pelihara dan bukan untuk dimakankan, he…he…he….!

    “…hallo warga GBJ yang budiman & padiman…, Tenang…..! to anjing ga bakal dimakan ama yang punya… hi…hi…”

    namun demikian seperti yang ibu ketahui bahwa semahal dan secantik apapun hewan yang namanya Anjing dalam agama Kita TETAP dia adalah BINATANG NAJIS…! BUKAN BEGITU BU….!

    dan saya rasa warga disekitar ibu punya alasan yang kuat juga hingga mereka melakukan apa yang ibu utarakan diatas!.
    dilihat dari kacamata saya seorang DUDUNG yang juga tinggal di Griya dan Memelihara TIGER keluaran 2006 (he..he..)
    Coba ibu Lihat SISI POSITIFNYA…:
    saya rasa bukan maksud warga menghakimi/menyerang ibu sedimikian, namun sebaliknya…! saya rasa mereka TERAMAT SANGAT SAYANG dan PEDULI SAMA IBU & KELUARGA.
    Knapa…? Ibu kan keluaraga muslim, dan ibu memiliki hewan bernajis di rumah ibu, mereka/warga khawatir terhadap ke khusyuan dan kesucian ibu sekeluarga dalam beribadah ibadah keseharian jadi tidak khusyu dan tidak diterima oleh Allah SWT karena tanpa sengaja ibu menginjak Air Liur anjing yang jatuh kelantai dan ibu tidak mengetahui atau merasakannya….! itu sekedar contoh kecilnya saja bu…!

    Asli bu saya yakin warga bermaksud baik terhadap Ibu & keluarga. mungkin hanya cara nya aja yang mungkin bikin ibu kaget…! ” wong namanya juga Warga, ada banyak tipe dan jenis karakter yang didalamnya” berbesar hatilah ibu sebagai Warga Baru dan coba berusaha untuk mengenal lingkungan ibu. Tenang bu…! Allah selalu besama Orang orang yang Sabar, dan Allah sangat Mencintai Hambanya yang suka memaafkan kesalahan orang lain, kata orang JOWO coba ibu belajar LEGOWO (saya sendiri kurang tau pasti artinya apa, tapi yang itulah pokoknya…!)

    Sekedar saran ya bu…! jangan marah lho….!
    berikut yang mungkin bisa ibu pertimbangkan dan semuanya ada ditangan ibu dan keluarga :
    1. apa dasar ibu memelihara anjing..? (hobi, keamanan, dll…)
    2. sejauh mana ibu senang memelihara anjing dibandingkan dengan senangnya ibu hidup berdampingan dan bermasyarakat di GBJ…?
    3. sudah dan cukup beranikah ibu melakukan langkah persuasip secara personal ke tetangga disekitar ibu, coba mendengar kan apa maunya tetangga ibu dan coba ibu lemparkan jika posisi ibu ada di posisi mereka, apa yang mereka bilang…!
    4. Ibu, Keluarga dan warga sekitar itu kecil dimata Allah, sama ama DUDUNG juga. alangkah indah dan bahagianya bila keluarga ibu bisa hidup berdampingan besama warga dan saling menghargai satu sama lain..!
    5. coba ibu jalankan piont di no 3 ke beberapa rumah dan tetangga disekitar ibu dan tugas ibu hanya mengdengarkan. bila ibu sudah melakukannya coba ibu analisa pendapat dari masing2 tetangga ibu pasti ada yang PRO dan adajuga yang KONTRA itu wajar…! tinggal ibu bandingkan apakah lebih banyak yang PRO atau yang KONTRA, kalo banyakan yang Pro ibu untuk tetap melihara anjing selanjutnya jalankan beberapa saran dari tetangga ibu yang Pro agar warga lainnya yang tidak mendukung bisa mengerti dan menerima kondisi Ibu, namun bila kondisi sebaliknya, ibu harus bertanya pada diri ibu sendiri (ADA APA DGN SAYA?) dan langkah instropeksilah yang harus ibu jalankan dan pada akhirnya mau tidak mau harus ada yang ibu pilih…! (hubungan bermasyarakat atau Anjing) ibu tau sendiri jawabannya.

    NOTE:
    Point yang paling penting yang mau saya sarankan, Logowo dan rendah hatilah ibu, kembalikan semua permasalahan ibu sama Allah SWT dan minta jalan keluar atas permasalahan ibu, Jauh dari bertetangga lebih banyak Madhorotnya ketimbang baiknya, jadi pandai pandailah ibu dan keluarga.

    Dudung bukan orang baik namun dudung tidak suka pak haji, ust, warga dan ibu terus berseteru, Kita Sama 2 Muslim….! coba ibu lihat dari kacamata seorang MUSLIMAH yang baik, tidak enak bila terlampu jauh dan nantunya di tanggapi OLEH AGAMA TETANGGA…!

    salam

    Dudung
    (Warga Griya Juga…!)

    Like

    • wulandini diah irani says:

      alamat anda di GBJ?..takut?

      Like

  7. wulandini diah irani says:

    aku gak mau panjang lebar..kalau DUDUNG merasa warga GBJ juga, cantumkan alamat lengkap sebagai warga GBJ anda..itu membuktikan bahwa anda bukan lempar batu sembunyi tangan atau bukan seorang pengecut!!!!

    Like

  8. griyabukitjaya says:

    Peace dulu Mba Wulan.
    Tidak perlu ditanggapi berlebuhan. Intinya Mas Dudung kasih masukan, beliau punya hak untuk berikan pendapat. Disimak aja, mana yang baik diambil, mana yang dirasakan kurang pas tidak perlu terlalu diperdalam.
    Itu dulu dari saya.
    Salam hangat!

    Like

  9. kinan says:

    Setuju dengan kang Dudung…
    kewajiban muslim menjaga ukhuwah,
    dan semoga hati kita tidak keras menerima
    setiap saran yang baik.
    keep in touch pada tetangga.

    rgds

    Like

  10. wulan says:

    Selamat sore,
    Saya sudah lama cari dengan tanya dan keliling mencari rumah kontrakan di wilayah GBJ ( kalau ada tipe 36 ) tapi sampai sekarang belum dapat juga.
    Mohon informasinya. Terima kasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: